Senin, 02 April 2012


INFORMATION BEHAVIOR

            Fungsi  perpustakaan sebagai penyimpanaan, penelitian, sinformasi, pendidikan dan cultural yang berkaitan dengan informasi dan disediakan di perpustakaan untuk para pemakai(yang sekarang ini disebut sebagai pemustaka)dengan demikian menuntut para perpustakaan untuk selalu memberikan informasi kepada pemustaka, agar koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan dapat menjawab kebutuhan informasi para pemustaka. Mencari dan menggunakan informasi sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat informasi, dimana masyarakat sangat bergantung dengan informasi yang dihasilkan oleh para pekerja informasi. Begitu juga dengan perpustakaan yang bekerja untuk memberikan informasi kepada para pemustaka.
Dalam information behavior Wilson menyebutkan bahwa aspek social budaya,ekonomi politik serta peran social manusia sebagai aspek yang mempengaruhi prilaku penemuan informasi. Wilson adalah ilmuan yang sangat aktif menulis tentan prilaku informasi karya-karya nya banyak dikutip para peneliti di bidang informasi sejak beliau mengeluarkan serangkaian model pada tahun 1981. Wilson juga dapat dianggap sebagai orang yang memperjelas perbedaan antara berbagai istilah yang digunakan dalam penelitian perilaku informasi.
Perilaku informasi merupakan hal penting dalam penerapan dan pembangunan sistem informasi. Information behavior (prilaku informasi) yang merupakan prilaku manusia berkaitan dengan sumber manusia dan saluran informasi, termasuk perilaku informasi pengguna dan pencarian baik secara aktif maupun secara pasif. Perilaku penemuan informasi yang merupakan upaya menemukan informasi dengan tujuan tertentu sebagai akibat dari adanya  kebutuhan untuk memenuhituuan tertentu.
Perilaku pencarian informasi merupakan perilaku ditingkat mikro yang berupa perilaku mencari seseorang ketika berinteraksi dengan sistem informasi. Perilaku penggunaan informasi terdiri dari tindakan – tindakan fisik maupun mental yang dilakukan oleh seseorang yang menggabungkan informasi dengan ditemukan nya pengetahuan dasar yang sudah ia miliki sebelumnya.
Wilson mwemperjelas konsep pemustaka atau pemakai sebagai objek penelitian informasi yang perlu diletakan dalam konteks social, karena pemustaka atau pemakai sebagai komunikator yang memakai sumberdaya informasi pribadi maupun organisasinya dan menggunakan sumberdaya dalam berkomunikasi dengan sesama. Konsep pemustaka atau pemakai yang sangat luas yang kemudian melahirkan model penjabaran perilaku informasi lenih lanjut.karena perilaku informasi sangat di pengaruhi oleh kebutuhan peribadi yang berkaitan dengan kebutuhan fisiologis,akfektif maupun koknitif.
Adapun beberapa hal yang mempengaruhi perilaku tersebut yaitu:
*      Kondisi pisikologis seseorang bahwa seseorang yang sedang risau akan memperlihalka perilaku informasi yang berbeda dibandingkan dengan seseorang yang sedang bergembira,
*      Demografis dalam arti luas yang menyangkut kondisi social-budaya seseorang sebagai bagian dari masyarakat tempat hidup dan berkegiatan,
*      Peran seseorang di masyarakatnya yang khususnya dalam hubungan interpersonal ikut mempengaruhi perilaku informasi,
*      Lingkungan, lingkungan terdekat maupun lingkungan yang lebih luas,
*      Karakteristik sumber informasi yang lebih spesifik yaitu karakter media yang akan digunakan dalam mencari dan menemukan sebuah informasi.
Dan ke lima faktor diatas menurut Wilson akan sangat mempengaruhi bagaimana akhirnya seseorang mewujudkan sebuah kebutuhan informasi dalam bentuk perilaku informasi. Pada akhirnya didalam model Wilson terlihat bahwa berbagai perilaku informasi yang hanya berupa perhatian pasif.
Dapat disimpulakn bahwa perilaku informasi adalah suatu perilaku yang berkaitan dengan sumber dan segala informasi tersebut baik secara aktif maupun pasif dalam memenuhi kebutuhan informasinya.
Information behavior (perilaku informasi) adalah sub-disiplin ilmu informasi dan perpustakaan, sebagai seorang pustakawan seharusnya kita lebih mengetahui bagaimana informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka atau pemakai nya.